Juli 30, 2021
Perawat PKV Games Dianiaya Oleh Pria Botak Yang Arogan

Perawat PKV Games Dianiaya Oleh Pria Botak Yang Arogan

Perawat PKV Games Dianiaya Oleh Pria Botak Yang Arogan Usai videonya menganiaya perawat PKV Games viral, media sosial, Jumat( 16/ 4/ 2021), JT si pelakon juga dijemput polisi.

Sehabis menemukan laporan dari korban, Polrestabes Palembang bergerak kilat dengan mencari keberadaan pelakon.

JT, laki- laki yang menganiaya perawat PKV Games di Rumah sakit Siloam Sriwijaya Palembang itu kesimpulannya diamankan polisi pada Jumat( 16/ 4/ 2021) malam.

Video penangkapan ini pula viral di media sosial. Nampak JT sebagian kali bolak- balik masuk rumah saat sebelum turut rombongan polisi yang menjemputnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi, membetulkan penangkapan tersebut.

Dia berkata pelakon dikala ini tengah di membawa ke Polrestabes Palembang.

” Nanti ya tabah kita masih di ekspedisi mengarah Polrestabes Palembang,” ucapnya pendek, Jumat( 16/ 4/ 2021).

Data yang dikumpulkan pelakon ditangkap di kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir( OKI), Sumsel.

Kronologi Penaniayaan

Terlapor JT berencana menjemput anaknya yang dirawat di suatu rumah sakit swasta di Palembang, Kamis( 15/ 4/ 2021) siang.

Kala hendak kembali, infus di tangan penderita dilepas oleh seseorang perawat PKV Games bernama samaran CRS.

Sehabis jarum infus dilepas, tangan penderita menghasilkan darah.

JT yang mengenali tangan anaknya berdarah tidak dapat menahan emosi.

” Setelah itu pelakon ini memohon korban buat tiba ke ruang perawatan anaknya. Korban kesimpulannya tiba bersama sahabat perawat yang lain buat memohon maaf,” ucap Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Kota Besar( Polrestabes) Palembang Komisaris Polisi Meter Abdullah, Jumat( 16/ 4/ 2021).

Belum pernah memohon maaf, korban ditampar oleh JT.

Dia pula menyuruh si perawat buat bersujud meminta maaf kepada keluarganya.

Korban menuruti perintah JT. Tetapi, diprediksi sebab emosinya meluap- luap, JT kembali melaksanakan serbuan raga kepada sang perawat.

Mengenali peristiwa itu, rekan- rekan seprofesi korban berupaya melerai serta menahan JT supaya tidak melaksanakan perbuatannya itu lagi.

Penganiayaan yang dirasakan perawat PKV Games bernama samaran CRS ini viral di media sosial situs pkv games.

Video berdurasi 35 detik tersebut tersebar kilat di instagram.

Dalam siaran video itu pula nampak beberapa rekan korban lekas bawa CSR keluar ruangan buat menolongnya.

Akibat kejadian tersebut, perawat bernama samaran CR itu hadapi cedera lebam di mukanya.

Oleh CR, peristiwa itu dilaporkan ke Polrestabes Palembang.

Abdullah menuturkan, grupnya telah melaksanakan pengecekan terhadap beberapa saksi atas kejadian tersebut.

Polisi juga sudah mengambil fakta visum yang dirasakan korban.

” Korban hadapi cedera memar di bagian mata kiri, bengkak di bagian bibir, serta perut terasa sakit. Saksi- saksi hendak ditilik. Pelakon dapat dikenakan pasa 351 tentang penganiayaan,” terangnya.

Perawat CRS Trauma

Direktur Rumah sakit Siloam Sriwijaya Palembang, dokter Bona Fernando mengatakan keadaan perawat CRS( 27 tahun), korban penganiayaan dikala ini masih dalam terletak dalam perawatan grupnya.

Dokter Bona mengatakan kalau dikala ini keadaan korban lagi hadapi trauma yang lumayan hebat.

” Dikala ini perawat tengah kami rawat buat mengobati bukan cuma raga tetapi pula psikisnya. Sebab memanglah dia( korban, red) hadapi trauma yang lumayan hebat.

Tetapi tadi siang aku telah bicara dengan perawat sangat tidak ia telah baikan dari kemarin. Kita berdoa, pelan- pelan nanti dia dapat berkerja kembali semacam biasa menjaga penderita lagi,” jelas ia.

Buat mengobati psikis dari perawat PKV Games tersebut, dia berkata grupnya sudah mempunyai regu psikolog yang sudah diturunkan buat menolong korban.

” Dari kemarin regu psikolog kita telah turun buat menanggulangi korban. Serta aku pula berterima kasih sekali banyak support serta sokongan tidak cuma dari internal tetapi dari luar pula yang menunjang kami.

Tercantum dari sesama profesi tercantum Persatuan Perawat Nasional Indonesia( PPNI) baik dari kota, provinsi ataupun pusat yang sudah membagikan sokongan,” tegas ia.

Bona berkata seluruh kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian serta dia memohon supaya bisa ditindak secara tegas.